Dokumentasi Software Testing Life Cycle (STLC)
Software Testing Life Cycle (STLC) adalah tahap-tahap proses pengujian yang dilaksanakan secara sistematis dan terencana. Dalam proses STLC, berbagai kegiatan dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk salah satunya yaitu menyiapkan dokumen-dokumen dengan tujuan untuk menunjang proses testing pada proyek yang dikerjakan. Dokumen STLC tersebut meliputi user story, test case, test reporting, dan test plan.
Dokumen STLC pertama yang akan dibahas adalah user story. User story merupakan deskripsi mengenai kebutuhan sistem dalam bentuk bahasa natural yang dapat dengan mudah dipahami oleh end user yang tidak memiliki background IT. User story merupakan kalimat yang terstruktur, karena sintaks yang harus diikuti dalam membuat user story. Berikut adalah template sederhana dalam membuat user story:
- As a, diikuti oleh role dari user yang akan menggunakan feature dari user story tersebut.
- I want, merupakan penjelasan mengenai fungsi/feature yang akan dikembangkan
- So that, merupakan hasil yang didapatkan setelah fungsi yang diminta dijalankan. Pada beberapa teori, disebutkan bahwa “so that” adalah opsional.
Berikut merupakan contoh dari user story:
Sebagai murid, saya ingin login ke website, sehingga saya bisa mengakses fitur yang ada pada website.
Dokumen kedua adalah test case. Apa itu test case? test case merupakan dokumen yang menggambarkan input, tindakan, atau peristiwa dan respon yang diharapkan, untuk menentukan apakah fitur dari aplikasi bekerja dengan benar. Biasanya isi dari dokumen test case adalah keterangan seperti hasil setelah di tes, nama tes, kondisi pengujian/setup, persyaratan input data, langkah-langkah, dan hasil yang diharapkan. Berikut merupakan contoh dari test case:

Dokumen ketiga adalah test reporting. Apa itu test reporting? Test reporting merupakan Laporan hasil testing dalam bentuk dokumen yang akan menjadi acuan Tech Lead atau Project Manager untuk memutuskan apakah fitur akan di sudah sesuai dengan permintaan client atau tidak sesuai. Dokumen test reporting biasanya berisi tentang fitur yang terdapat bug, detail dari bug, bug priority, bug category, dan rekap persentase keseluruhan bug. Berikut merupakan contoh dokumen test reporting:

Dokumen keempat adalah test plan. Apa itu test plan? Test plan merupakan sebuah dokumen yang digunakan memastikan dan memverifikasi antara rencana yang sudah dibuat dengan hasil yang dicapai. Apakah sudah sesuai dengan planning yang telah dibuat atau terdapat perubahan-perubahan dengan seiring pembuatan software. Berikut merupakan contoh dokumen test plan:
TEST PLAN DOCUMENT
- Test Plan Identifier
|
Perihal |
Keterangan |
|
Nama Project |
Tokopedia |
|
Penyusun |
John Doe |
|
Tanggal Pembuatan |
09/06/2022 |
|
Revisi |
- |
2. Overview Project
Overview Project ini berisi tentang deskripsi project yang akan dikerjakan. Contoh: Tokopedia merupakan salah satu online marketplace terkemuka di Indonesia yang menyediakan sarana jual-beli dari konsumen ke konsumen. Semua orang dapat membuka toko online di Tokopedia dan melayani pembeli dari seluruh Indonesia untuk transaksi satuan maupun banyak.
3. Reference Document
Untuk reference Document dapat diisi list dokumen yang menjadi acuan beserta link (jika memungkinkan) .
4. Test Strategy
a. Test scope
Berisi list fitur yang harus dites dan fitur yang tidak perlu dites. Contoh : Login
b. Test type
Dapat diisi list tipe test apa yang akan digunakan. Contoh: Manual Testing, Automated Testing
c. Test Method/tools
Dapat diisi list tools apa yang akan digunakan dalam proses testing dan mencakup dari test type yang sudah ditentukan. Contoh: Cypress
5. Document of Testing
a. Test Plan
b. User Story
Dapat diisi deskripsi dari user story itu apa dan dilampirkan link user story dari project yang akan dikerjakan.
c. Scenario Test
Dapat diisi deskripsi dari skenario test itu apa dan dilampirkan link skenario test dari project yang akan dikerjakan.
d. Report Testing
Dapat diisi deskripsi dari report test itu apa dan dilampirkan link dari report test dari project yang akan dikerjakan.
6. Test Environment
Untuk test environment dapat diisi detail dari spec device yang digunakan testing (hardware), diisi spec dari software yang digunakan testing (google version misalnya), dan juga hasil persetujuan tim di environment manakah Quality Assurance akan melakukan testing (dev, staging, atau production).
7. Team
|
Nama |
Role |
|
John Doe |
Project Manager |
|
John Doe |
Front End |
|
John Doe |
Back End |
|
John Doe |
Quality Assurance |
Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat.
No comments:
Post a Comment